Bagaimana Hukum Bermain Judi Poker Online Menurut Agama Islam? – Berminat untuk mencoba permainan judi poker? Sepertinya akhir-akhir ini tidak sulit menemukan kesempatan untuk bermain poker terutama karena semakin akrabnya kita dengan teknologi modern. Permainan poker sendiri sekarang bisa dimainkan secara langsung atau melalui teknologi. Sebagai contoh yang paling sederhana, kita bisa menemukan beragam permainan poker yang bisa dimainkan melalui komputer maupun ponsel pintar. Nah, sekarang permainan poker berkembang semakin pesat karena kita juga bisa memainkan permainan poker secara online. Permainan poker online ini terbilang sangat menggiurkan karena pemain biasanya akan diiming-imingi dengan bonus yang cukup lumayan. Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk ikut bermain dalam permainan judi poker online, ada baiknya kita mempelajari terlebih dahulu hukum judi poker menurut islam sekalipun  kegiatan ini dilakukan secara online.

Pertama-tama, kita perlu mengetahui istilah judi dalam fiqih yang disebut masyir. Permainan poker yang bisa ditemukan di dunia maya boleh dikatakan termasuk salah satu jenis judi atau masyor yang dianggap sebagai perbuatan keji dan dosa besar seperti khamar. Al-quran melarang umat muslim untuk melakukannya. Meskipun demikian, ada beberapa bentuk masyir yang dijelaskan dalam pembahasan fiqih.

Masyir Al-qimar

Kalau hukum judi poker menurut undang-undang di Indonesia, kegiatan ini memang termasuk kegiatan yang ilegal mengingat segala bentuk perjudian di negara ini tidak diperbolehkan. Menurut fqih agama Islam, ada tipe masyir pertama yang disebut dengan masyir al-qimar. Masyir atau perjudian dalam bentuk ini mempertaruhkan harta atau uang dalam jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak. Menurut kesepakatan semua ulama, jika ada harta atau uang yang dipertaruhkan dalam permainan judi toto sgp ini, hukumnya adalah haram. Jadi, jika kita ingin melakukan permainan judi poker di dunia maya dengan mempertaruhkan sejumlah uang, kegiatan ini termasuk kegiatan haram.

Ada beberapa ciri masyir al-qimar yang bisa kita temui. Ciri pertama adalah permainan yang sama-sama menang atau permainan yang menanggung rugi. Permainan yang melibatkan taruhan harta juga termasuk dalam masyir al-qimar. Jika permainan yang dimainkan bisa memindahkan harta benda melalui taruhan yang dilakukan, permainan tersebut juga merupakan masyir al-qimar. Coba kita renungkan kembali permainan judi poker yang hendak kita lakukan. Apakah mempunyai ciri-ciri tersebut? Jika iya, alangkah lebih baik jika kita menghindari permainan judi poker online tersebut agar terhindar pula dari dosa besar.

Masyir Al-lahw yang Disepakati Haramnya

Bentuk masyir selanjutnya juga disepakati haram hukumnya meskipun tidak melibatkan harta atau uang yang dipertaruhkan dalam permainan. Demikian yang disampaikan oleh Imam Malik mengenai hukum judi poker menurut islam khususnya dalam bentuk masyir al-lahw yang disepakati haram. Ada ciri khusus yang bisa ditemukan dalam bentuk permainan ini. Permainan yang termasuk dalam bentuk ini adalah permainan yang memang hanya menggantungkan hasil pada nasib sebagaimana bisa kita temukan dalam permainan dadu misalnya. Pemain tidak perlu menggunakan strategi atau pemikira untuk bisa memenangkan permainan karena semua akan bergantung pada keberuntungan semata.

Masyir Al-lahw yang Tidak Disepakati Haramnya

Meskipun hukum judi poker menurut undang-undang di Indonesia termasuk judi poker online sudah pasti dianggap ilegal apalagi jika melibatkan uang taruhan, masih ada perdebatan mengenai hukum memainkan permainan poker jika tidak melibatkan taruhan di dalamnya. Rupanya ada bentuk masyir al-lahw yang hukum haramnya belum disepakati oleh semua ulama. Beberapa ulama mempunyai pandangan mereka masing-masing mengenai bentuk permainan yang tidak melibatkan taruhan, tetapi tetap melibatkan keahlian berpikir dan menyusun strategi untuk memenangkan permainan tersebut seperti permainan kartu poker. Menurut Hanafi, permainan semacam ini semuanya dianggap haram dengan pengecualian. Lomba, kuda, lomba unta, dan permainan suami-istri tidak dianggap haram menurut pandangan beliau. Pandangan yang sama juga disampaikan oleh Maliki. Sementara itu, Syafi’i mempunyai pandangan bahwa semua permainan yang melibatkan perkiraan, strategi, dan pemikiran tidak dilarang untuk dimainkan. Namun demikian, hukum memainkan permainan tersebut dianggap makruh jika saat memainkan permainan tersebut tidak sampai melalaikan salat, tidak ada percakapan yang buruk, dan tentunya tidak ada taruhan di dalamnya. Hambali tidak mempermasalahkan semua permainan selama tidak melibatkan pertaruhan harta dan tidak melalainkan hal-hal fardhu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *